“Ungkap, Tebus, Lega!”

0
Ketum Kadin Babel : Ir. Thomas Jusman
  • KADIN Babel SosialisasiTax Amnesty

PANGKALPINANG, KADINBABEL — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Bangka melakukan sosialisasi Tax Amnesty, sekaligus halal bi halal di Ballroom Soll Marina Hotel, Selasa (26/7/2016t ). Kegiatan tersebu digelar KADIN Babel bekerjasama Kantor Pajak Pratama, dan Lies Tania Tantri & Associates Registered Tax Consultant.

Hadir antara lain Ketua Umum KADIN Provinsi Bangka Belitung Ir Thomas Jusman MM, Kepala Kantor Pajak Pratama Bangka, Dwi Haryadi, Perwakilan Bank Indonesia Babel, BCA, BNI, Bank Sumsel Babel, Pengusaha Pangkalpinang Hermanto Phung, serta Pengurus KADIN Babel dan REI Babel. KADIN Babel menghadirkan pembicara Lies Tania Tantri.

“Negara sangat mengharapkan dana Tax Amnesty. Semangat kebangsaan dan patriotisme kita dipanggil. KADIN BABEL mendorong para pengusahanya agar mengikuti Tax Amnesty sehingga dananya bisa untuk membangun infrastruktur,” kata Thomas Jusman saat membuka acara.

Thomas Jusman juga memutar video Presiden Jokowi yang sedang sosialisasi Tax Amnesty di hadapan 3.500 pengusaha di Medan yang direkam oleh Thomas Jusman.

“ Untuk membangun infrastruktur 5 tahun kedepan, Indonesia membutuhkan dana yang tidak sedikit, yaitu sekitar 4.900 Triliun. Sementara APBN hanya mampu memenuhi sekitar 1.500 Triliun. Maka dari itu, dana masyarakat, pengusaha dan milyarder yang berada di luar negeri diharapkan masuk ke Indonesia dan diinvestasikan untuk pembangunan nasional,” kata Thomas Jusman mengutip Presiden Jokowi.
Pengusaha atau milyarder diminta menyampaikan asset yang dimiliki. Setiap asset yang dilaporkan kedepannya tidak akan dikenakan pajak. Namun, lanjutnya, asset yang ada bukanlah yang sedang dalam sengketa. Asset yang dimaksudkan bisa berupa uang tunai dan asset tidak bergerak seperti apartement atau barang mewah lainnya diluar negeri.
Melalui tax amnesty ini, diharapkan uang yang ada di luar negeri masuk ke Indonesia dan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan nasional seperti infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik. Pengusaha yang memanfaatkan UU Tax Amnesty akan mendapatkan banyak keuntungan.
“Yang pertama, amnesti pajak itu adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang. Yang kedua, amnesti pajak nantinya dilakukan pembebasan sanksi administrasi. Yang ketiga, pembebasan sanksi perpajakan, pidana perpajakan akan diberikan amnesti pajaknya,” kata Thomas Jusman.
Ungkap, Tebus, Lega
Thomas Jusman juga mengatakan prinsip tax amnesty adalah UNGKAP TEBUS LEGA. “Dengan mengikuti Tax Amnesty kita tidak takut lagi berinvestasi apa pun karena pelaporan pajak anda direset untuk kembali menjadi 0. Peserta Tax Amnesty akan mendapat payung hukum dan tidak dapat menjadi dasar penyelidikan, penyidikan dan atau penuntutan tindak pidana apa pun,” kata Thomas.

KADIN Indonesia khususnya KADIN Babel, kata Thomas,  berharap para pengusaha KADIN Babel turut berpartisipasi dalam Tax Amnesty sekaligus mensosialisasi ulang ke para pengusaha yang kita kenal.

Tax Amnesty merupakan bagian dari reformasi perpajakan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah lebih baik, investasi meningkat dan lapangan kerja lebih terbuka.  Sosialisasi tax amnesty ditutup dengan tanya jawab yang sangat dinamis karena antusiasme peserta yang bertanya lebih jauh soal Tax Amnesty. (*/ags)

Share.

About Author

Avatar

Leave A Reply