Pisahkan Dunia Usaha dan Politik!

0

KADIN BABEL – Presiden RI Joko Widodo memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para pengusaha yang bernaung di organisasi KADIN Indonesia yang tidak mencampur adukkan politik dan dunia usaha.

“Tugas pengusaha itu bersama pemerintah turut menyejahterakan masyarakat Indonesia. Saya menghargai para pengusaha yang tidak mencampuradukkan dunia politik dengan dunia usaha,” tandas Jokowi.

Penegasan itu disampaikan Jokowi di hadapan 2.000 peserta dan undangan Rapimnas KADIN Indonesia di Hotel Borobudur, Kamis 1 Desember 2016.

Rapimnas KADIN mengambil tema “Pemerintah Bersama Dunia Usaha Mendorong Percepatan Laju Pertumbuhan Sektor Riil”

Hadir antara lain Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Ketua DPR RI, Setya Novanto, Para Menteri dan Duta Besar, Ketua Umum KADIN Indonesia, Rosan P Roeslani, Para Ketua Umum KADIN di Indonesia diantaranya Ketua Umum KADIN Prov. Kepulauan Bangka Belitung, Ir Thomas Jusman MM dan 7 Wakil Ketum KADIN BABEL.

Presiden Jokowi kembali menegaskan, “Silakan yang berpolitik ya berpolitik. Pergantian Ketua DPR ya silakan..itu domainnya legislatif,” kata Jokowi memberi saran.

Mantan Gubernur DKI itu juga mengajak para pengusaha untuk tidak kehilangan konsentrasi, tetap fokus dan tidak kehilangan momentum.

Memang, kata Jokowi, hari-hari ini tensi politik naik. ” Itu biasa. Pilkada serentak memang suhunya naik. Dulu juga begitu. Tetaplah konsentrasi dan fokus,” tandas Jokowi.

Tak Terpengaruh

Sebelumnya, Ketua Umum KADIN Indonesia, Rosan P Roesani menyatakan dunia usaha tidak terpengaruh oleh beberapa aksi demo yang berlangsung di ibukota Jakarta.

“Pak Presiden Jokowi, saya sudah bertanya langsung kepada para pengusaha dan investor dari luar negeri. Mereka tidak surut dan tidak terpengaruh  oleh demo-demo tersebut,” kata Rosan yang disambut tepuk tangan peserta undangan.

Para investor dan pengusaha itu, kata Rosan, berkata, “Kami tidak terpengaruh dan tetap fokus pada usaha. Investasi kami bukan sesaat tapi long term“. (ags)

Share.

About Author

Avatar

Leave A Reply